Ada satu saham perbankan menarik yaitu Bank Danamon (BDMN) . Mengapa BDMN? Yang menarik dari BDMN adalah bahwa BDMN ini dimiliki oleh Mitsubhisi UFJ Financial Group (MUFG), dan bahkan menjadi sangat menarik lagi adalah MUFG membeli BDMN di harga 8000-9000an di tahun 2017-2019 dengan masuk secara mencicil. BDMN merogoh kocek sebesar Rp 80an triliun untuk mendapatkan 94% porsi kepemilikan di BDMN (meskipun terakhir dijual kembali sebesar 1.5% untuk memenuhi syarat kuota kepemilikan ritel 7.5%). Market Cap BDMN saat ini adalah Rp 26 triliun (Harga per lembar saat ini adalah Rp 2660). Jika kita sebut dalam istilah jalanan, MUFG ini sudah nyangkut di harga atas 🙂

Dari sisi bisnis, BDMN masih mengandalkan bisnis bank konvensional yaitu pinjaman dan kredit. Perlu diketahui, BDMN memiliki 92.07% ADMF, sehingga dana pihak ketiga dari BDMN biasanya disalurkan  ke ADMF untuk memberikan leasing.

Dalam website resmi Bank Danamon, pada tanggal 26 Juni diumumkan bahwa MUFG, BDMN, dan IAPPS berkoloborasi dalam satu platform keuangan digital yang diperuntukan petani sawit. Dikembangkan oleh iApps, AgriON adalah solusi pembayaran dan pembiayaan digital terukur yang mendorong ketertelusuran/keterlacakan dan keberlanjutan di seluruh rantai suplai pertanian. AgriON bertujuan untuk menjadi bank-agnostik.


Dari beberapa sentiment di atas, tentunya harga BDMN saat ini adalah harga yang masih masuk akal untuk diinvestasikan dengan PBV masih 0.6x dan PER 13x.

Kita tentu semua berharap setelah covid berlalu diharapkan kinerja ADMF dapat lebih membaik yang tentunya akan berefek kepada BDMN. Demikian juga Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang terlihat naik dari Rp 3.1 triliun di 2019 menjadi Rp 5.1 T CKPN yang naik ini dapat berarti bahwa manajeman saat ini menjadi lebih konservatif dengan menyediakan cadangan kerugian yang lebih banyak.

Saya melihat target harga di area 4000-4500-5000 adalah sesuatu yang tidak mustahil untuk dicapai dalam 1-2 tahun kedepan dengan maksimal pembelian di harga 2800. Tentunya penurunan harga di bawah 2600 akan menjadi kesempatan untuk menambah porsi investasi pada saham BDMN ini.

 

Disclaimer On : Tulisan ini hanya merupakan sudut pandang penulis dan bukan merupakan instruksi beli dan atau jual. Jika tertarik berinvestasi di saham yang disebut oleh penulis ini, silahkan melakukan Analisa Ulang. Penulis tidak mendapatkan apapun dari keuntungan investasi Anda dan demikian juga sebaliknya. 

0 Comments

Leave A Comment

Subscribe

Baca artikel eksklusif kami,

yang bisa semakin menambah wawasan Anda,

dengan cara berlangganan dengan kami,

Klik tombol subscribe dibawah ini agar Anda bisa berlangganan.

Subscribe now

Voting Poll

Voting Poll

Hubungi Kami

Agenda